Menurut Ketua Dewan Pengawas Asosiasi E-commerce
William Tanuwijaya bahwa ibu rumah tangga adalah kalangan yang paling potensial
dalam bisnis online.mengapa demikian?
Menurut riset yang dilakukan oleh
berbagai lembaga e-commerce internasional, sedikitnya ada 6 alasan
mengapa ibu rumah tangga adalah kalangan yang paling sukses menjalankan bisnis
online.
- Pada dasarnya, perempuan suka berbelanja.
Fakta bahwa
kaum perempuan hobi berbelanja membuat para ibu rumah tangga yang berbisnis online
mengetahui apa yang diinginkan oleh konsumen. Pihak yang paling paham tentang
apa yang dibutuhkan oleh konsumen adalah si pembeli itu sendiri. Karena senang
berbelanja–alias senang menjadi bagian dari konsumen–kaum perempuan memahami
dengan seksama apa yang dicari pembeli saat berbelanja. Pengetahuan mengenai
apa yang diinginkan konsumen “diterjemahkan” dalam produk-produk yang dijual
oleh toko online milik ibu rumah tangga tersebut. Tak heran, produk di toko
online miliki ibu rumah tangga memiliki angka penjualan yang tinggi sebab mampu
memenuhi kebutuhan pembeli.
Faktanya,
60% transaksi online di seluruh dunia melibatkan ibu rumah tangga, baik sebagai pembeli maupun penjual online.
60% transaksi online di seluruh dunia melibatkan ibu rumah tangga, baik sebagai pembeli maupun penjual online.
- Fleksibilitas waktu untuk berbisnis
Perempuan
yang sudah menikah seringkali mengeluh bahwa pekerjaan rumah tangga
sesungguhnya lebih berat daripada pekerjaan di kantor. Mengurus tetek-bengek di
rumahnya dan merawat anak menyita waktu ibu rumah tangga selama 24 jam per
hari. Jika dilihat secara sekilas, ibu rumah tangga memang terkesan lebih sibuk
dibanding wanita karir yang jam kerjanya dibatasi oleh jam operasional kantor.
Meskipun
demikian, ibu rumah tangga yang menggunakan jasa pembantu rumah tangga akan
memiliki waktu luang yang banyak. Dalam hal merawat anak, ibu rumah tangga pun
juga akan memiliki waktu kosong ketika si anak telah mandiri, minimal telah
bersekolah di jenjang SD. Praktis, waktu luang yang dimiliki ibu rumah tangga
pun menjadi banyak.
Keleluasaan
waktu luang ini membuat para ibu rumah tangga menjadi fleksibel dalam
berbisnis. Mereka siap menanggapi setiap pesanan, kapanpun pembeli tertarik
berbelanja di toko online-nya. Fleksibilitas waktu berbisnis juga membuat ibu
rumah tangga bebas menentukan kapan waktu untuk bekerja dan kapan waktu untuk
bersantai.
Faktanya,
Per hari, 13 jam waktu yang dimiliki ibu rumah tangga dihabiskan untuk berselancar di toko online, baik sebagai pembeli maupun penjual.
Per hari, 13 jam waktu yang dimiliki ibu rumah tangga dihabiskan untuk berselancar di toko online, baik sebagai pembeli maupun penjual.
- Hiburan di media televisi tidak menghibur dan menjenuhkan
Di Indonesia,
stasiun televisi sekarang kebanyakan menyuguhkan acara-acara yang tidak
membangun/murahan seperti’ sinetron-sinetron murahan yang mengesampingkan
faktor kualitas tayangan. Di satu sisi, tayangan semacam ini memang digemari
oleh sebagian khalayak. Namun, ada kalangan tertentu yang jenuh dengan
suguhan-suguhan berkualitas rendah yang ditampilkan di media.
Kalangan
yang merasa jengah ini—sebagian besar berasal dari kalangan ibu rumah
tangga—kemudian mencari alternatif lain untuk mengisi waktu luangnya, salah
satunya dengan berbisnis online. Daripada menonton acara televisi yang tidak
mendidik, ibu rumah tangga lebih memilih memikirkan cara untuk memperoleh
penghasilan tambahan bagi keluarganya.
Faktanya,
Jika diminta membuang satu perangkat digital yang dimilikinya, 58% ibu rumah tangga akan menyingkirkan televisi. Hanya 11% ibu rumah tangga yang akan menyingkirkan laptop-nya.
Jika diminta membuang satu perangkat digital yang dimilikinya, 58% ibu rumah tangga akan menyingkirkan televisi. Hanya 11% ibu rumah tangga yang akan menyingkirkan laptop-nya.
- Insting bergunjing
Sama seperti
kegemaran berbelanja, bergunjing atau bergosip adalah naluri seorang perempuan.
Insting untuk menyebarluaskan sebuah informasi, terlepas dari apakah informasi
tersebut benar atau tidak, terdapat dalam diri kaum perempuan. Uniknya, insting
menyebarluaskan informasi ini membawa dampak positif bagi bisnis online.
Ibu rumah
tangga yang berbisnis online tidak akan ragu atau malu menyebarluaskan
informasi bahwa toko onlinenya sedang mengadakan promo. Dengan insting
bergunjing yang dimilikinya, ia akan menyebarluaskan info terbaru dari toko
online-nya kepada sebanyak-banyaknya relasi. Terbukti, insting bergunjing dan
menyebarluaskan informasi ini memperluas koneksi bisnis sehingga membantu ibu
rumah tangga untuk menaikkan angka penjualan di toko online.
Faktanya,
Baik sebagai pembeli maupun penjual, 92% ibu rumah tangga akan meneruskan informasi tentang potongan harga atau promo lainnya kepada orang lain yang dikenalnya ataupun tidak.
Baik sebagai pembeli maupun penjual, 92% ibu rumah tangga akan meneruskan informasi tentang potongan harga atau promo lainnya kepada orang lain yang dikenalnya ataupun tidak.
- Ibu rumah tangga: pengambil keputusan saat berbelanja
Berbelanja
bulanan termasuk ke dalam salah satu job desc ibu rumah tangga. Tidak
hanya keperluan-keperluan bulanan, ibu rumah tangga juga berbelanja kebutuhan
anggota keluarga lainnya.
Pada banyak
kasus, ibu rumah tangga merasa tahu apa yang terbaik bagi kebutuhan anggota
keluarganya. Sebagai contoh, ibu rumah tangga tahu merek pakaian paling bagus
untuk suaminya, merek sereal terbaik untuk anak-anaknya, dan merek-merek
terbaik kebutuhan pokok lainnya. Dengan kata lain, ibu rumah tangga bertindak
sebagai pengambil keputusan saat berbelanja.
Apapun jenis
usaha yang dijalankan oleh seorang ibu rumah tangga, ia pastinya merasa bahwa
produk yang dijualnya adalah produk yang terbaik. Karena menjual produk
terbaik, ibu rumah tangga akan menggunakan produk yang dijualnya sendiri untuk
memenuhi kebutuhan anggota keluarga lainnya. Tak jarang, seorang ibu rumah
tangga membeli sendiri dagangannya untuk dikonsumsi oleh suami atau
anak-anaknya.
Lebih dari
itu, ibu rumah tangga juga akan menawarkan dagangan kepada sanak saudara
lainnya. Banyaknya pembelian produk dari keluarga inti dan keluarga besarnya
sendiri memberikan dampak yang signifikan bagi angka penjualan produk di toko
online milik ibu rumah tangga.
Faktanya,
75% ibu rumah tangga menganggap dirinya tahu yang terbaik bagi kebutuhan keluarganya. Mereka “menobatkan” dirinya sendiri sebagai si pengambil keputusan saat berbelanja.
75% ibu rumah tangga menganggap dirinya tahu yang terbaik bagi kebutuhan keluarganya. Mereka “menobatkan” dirinya sendiri sebagai si pengambil keputusan saat berbelanja.
- Menjual produk terpopuler dalam bisnis online
Sebagian
besar penjual produk fesyen adalah kaum perempuan dan ibu rumah tangga. Produk
fesyen yang feminim cocok dengan sifat dasar perempuan. Oleh karenanya, banyak
produk fesyen dijual oleh ibu rumah tangga.
Yang
menarik, produk fesyen termasuk ke dalam produk best seller dalam bisnis
online, bahkan hingga pasar internasional. Berkaca pada fakta tersebut, tak
heran jika ibu rumah tangga yang berbisnis produk fesyen memiliki angka
penjualan yang tinggi.
Faktanya,
36% pembeli online mencari produk fesyen. Produk fesyen menempati urutan kedua dalam daftar produk terpopuler yang dicari pembeli online. Produk terpopuler yang berada di urutan pertama adalah buku.
36% pembeli online mencari produk fesyen. Produk fesyen menempati urutan kedua dalam daftar produk terpopuler yang dicari pembeli online. Produk terpopuler yang berada di urutan pertama adalah buku.
Sumber data: She-Economy, Ms Smith Marketing,
StartUpNation, Clickz, Inc.com, Girlpower Marketing, Catalyst, Forbes.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar