Jumat, 16 September 2011

INSPIRASI DARI SI CACAT.

 " Walaupun secara Fisik ada orang yang mungkin tidak sempurna, tetapi karena ia mempunyai mental kemandirian untuk berjuang, harkat dan martabat dirinya sebagai manusia pasti akan terangkat."
  
Di siang hari yang cerah, tampak seorang ibu di depan pintu rumahnya kedatangan seorang pengemis muda. ia tampak berpakaian lusu, berbadan dekil, dan sebelah tangannya cacat. si pemuda berkata sopan," ibu yang baik, bolehkah saya minta sedikit makanan dan minuman, saya kelaparan dari pagi belum makan. tolong beri sedekah makanan pada orang cacat seperti saya, Bu." Dengan senyuman lembut tapi tegas, si ibu menjawab, "Boleh, tapi engkau harus mengerjakan sesuatu sebelum engkau menikmati makanan itu. apakah engkau sanggup?" Si pemuda pun menjawab,"Baiklah, Pekerjaan apa yang harus saya kerjakan ?" segera si ibu menunjuk kearah setumpuk batu bata yang ada di halaman rumahnya," Anak Muda, pindahkan semua batu bata itu ke belakang rumah." Dengan roman muka kaget, si pemuda menjawab." Maaf bu, bagaimana saya dapat memindahkan semua batu itu dengan sebelah tangan saya yang cacat seperti ini?" tanya si pengemis keberatan. " Kalau Engkau ingin makan siang, engkau harus membayar harganya, silahkan kerjakan, atau pergilah dari sini." Mendengar ucapan si ibu, meski dengan menahan lapar yang melilit, si pemuda mulai melakukan pekerjaan yang diminta oleh si ibu. kira-kira satu jam kemudian, dengan keringat bercucuran si pemuda pun akhirnnya dapat menikmati makan siang paling nikmat yang pernah disantapnya. ia juga menerima uang tambahan sebagai imbalan hasil kerja kerasnya. selang beberapa hari kemudian, pengemis makanan itu datang lagi kerumah si ibu. kembali, ia pun disuruh melakukan pekerjaan memindahkan batu bata. namun kali ini ia harus mengembalikan batu bata itu dari belakang ke halaman depan. keluarga si ibu heran dan tidak mengerti, mengapa ibu itu menyuruh si pengemis cacat melakukan pekerjaan memindahkan batu bata kembali ke tempat semula. Si pemuda cacat tanpa bertanya lagi segera bekerja memindahkan batu bata dengan semangat dan menyelesaikannya dalam waktu yang lebih cepat. ia pun kembali mendapatkan upahnya. setelah menyantap makanan yang lezat sambil mengantongi upah, dia mengucapkan terima kasih dan berpamitan pergi. Waktu pun terus berjalan cepat. lima belas tahun kemudian, si ibu kedatangan seorang tamu muda yang mendesak ingin bertemu dengannya. Dengan mata tuannya, ia menatap pemuda berpakaian rapi dan berkesan mahal di hadapannya. Dengan senyum ramah, pemuda menjabat tangan si ibu dan menyapa, "Ibu, masih ingat saya? Pemuda cacat yang puluhan tahun lalu pernah minta makan kemari? Si Ibu menganggukkan kepala dengan senang, "Ya, ibu tentu ingat pada anak muda yang rajin memindahkan batu bata di rumah ini, sekarang engkau sudah berubah apa yang bisa ibu bantu anak muda? " Saya menyempatkan diri kemari ingin mengucapkan terima kasih kepada ibu. Berkat pelajaran tidak ada makan siang gratis yang ibu berikan kepada saya waktu itu, saya menyadari, ternyata saya mempu bekerja seperti layaknya orang yang bertubuh sempurna. Mulai saat itulah saya bekerja keras dan bertekan untuk membuktikan bahwa tubuh cacat bukan berarti harus menunggu belas kasihan orang lain untuk memberi makan. Dan saya merasa sangat bersyukur, sekarang saya telah berhasil menjadi seorang pengusaha yang sukses." sambil bercerita kisah perjuangan hidupnya, ia mengangsurkan selembar cek kepada si ibu," Bu, terimalah Cek ini sebagai tanda terima kasih saya. Silahkan isi sendiri angkanya. jika ibu berkenan, saya juga telah menyiapkan sebuah rumah peristrahatan untuk ibu memasuki masa pensiun nanti." Dengan mata berkaca-kaca si ibu berkata, " Terima kasih atas perhatian dan niat baikmu anak muda. maaf ibu tidak bisa menerima semua ini. Ibu masih sehat tidak kurang sesuatu apapun. Bisa melihat kamu sukses ibu pun ikut bahagia, yang penting, tularkan semangatmu pada orang lain," ucapan si ibu sambil mengembalikan cek kepada si pemuda. Pembaca yang baik, Sebagain besar dari kita, memang tampak luar memiliki tubuh yang utuh dan sempurna, tetapi sering kali justru memiliki mentalitas yang miskin dan cacat. sebaliknya, tak jarang walaupun secara fisik ada orang yang mungkin tidak sempurna tetapi karena ia mempunya mental kemandirian untuk berjuang harkat dan martabat dirinya sebagai manusia pasti akan terangkat. Tak sedikit dari mereka bahkan menjadi orang yang sukses meski mangalami cacat di tubuhnya. Apapun keadaan kita, setiap manusia mempunyai hak yang sama untuk sukses. Kita di takdirkan lahir dengan kelebihan dan kelemahan masing-masing semestinya kita belajar dan berusaha untuk bisa mengatasi kekurangan dan kelemahan yang ada pada diri kita, dan selayaknnya pula kita kembangkan kelebihan atau potensi diri yang kita punya. Dengan semangat juang yang tinggal dan sikap pantang menyerah, kita buktikan mampu menjadi pemenang yang sesungguhnya.

Rabu, 14 September 2011

KOTA PEMATANG SIANTAR

Nama Resmi :Kota Pematang Siantar
Ibukota :Pematang Siantar
Provinsi :Sumatera utara
Batas Wilayah:Utara: Kabupaten SimalungunSelatan: Kabupaten SimalungunBarat: Kabupaten Simalungun
Timur: Kabupaten Simalungun
Luas Wilayah:79,97 km²
Jumlah Penduduk:240,787 Jiwa
Jumlah Kecamatan:6
Website:http://www.pemkosiantar.go.id




ARTI DAN MAKNA LOGO KOTA PEMATANGSIANTAR

1.      Tujuh Belas butir padi, delapan bunga dan kapas seta empat gunung berikut lima buah autefik yang melambangkan kemerdekaan RI pada 17-08-45

2.      Dua buah Bambu Kuning sebagai alat persenjataan  perjuangan rakyat

3.      lima belas daun teh, sepuluh sudut perisai, 4 gunung berikut 5 buah autefak yang memberikan makna heroic yakni tepat pada tanggal 15-10-45 Rakyat Pematangsiantar melakukan gempuran/penyerangan terhadap penjajah Belanda yang bermarkas di Siantar Hotel

4.      Autefik bermakna Benteng pertahanan rakyat kotaperaja pematangsiantar saat melawan agresi Belanda

5.      empat Gunung melambangkan Bukit Barisan dan keindahan alam

6.      Pabrik dan Roda melambangkan kegiatan rakyat untuk membangun

7.      Sawah Padi dan bunga kapas melambangkan kerajinan dan kemakmuran

8.      Balai rakyat melambangkan kebudayaan dan peradapan

9.      Buku terbuka melambangkan pengetahuan serba guna

10.  setangkai batang the yang berdaun 15 lembar melambangkan kepada produksi terpenting di sekitar pematangsiantar

11.  Hiou Ragi hidup melambangkan corak dan cara hidup rakyat derah

12.  bintang bersudut lima bermakna Pancasila

Sejarah

Sebelum proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, Pematangsiantar merupakan daerah kerajan Siantar. Pematangsiantar yang berkedudukan di pulau Holing dan raja terakhir dari dinasti keturunan marga Damanik yaitu Tuan Sangnawaluh Damanik, yang memegang kekuasan sebagai raja tahun 1906.

Disekitar Pulau Holing kemudian berkembang menjadi perkampungan tempat tinggal penduduk diantaranya Kampung Suhi Haluan, Siantar Kahean, Pantoan,Suhi Bah Bosar,dan Tomuan. Daerah-daerah tersebut kemudian menjadi daerah hukum Kota Pematangsiantar yaitu :

1. Pulau Holing menjadi kampung pematang
2. Siantar Bayu menjadi Kampung Pusat Kota
3. Suhi Kahean menjadi Kampung Sipinggol-pinggol, kampung melayu, Martoba,Sukadame, dan Bane.
4. Suhi Bah Bosar menjadi Kampung Kristen, Karo, Tomuan, Pantoan, Toba dan Martimbang.

Setelah Belanda memamusuki daerah Sumatera Utara, Simalungun menjadi Daerah kekuasaan Belanda sehingga pada tahun 1907 berakhirlah kekuasaan raja-raja. Controleur Belanda yang semula berkedudukan di perdagngngan pada tahun 1907 dipindahkan ke Pematangsiantar. Sejak itu Pematangsiantar berkembang menjadi daerah yang banyak dikunjungi pendatang baru, Bangsa Cina mendiami Kawasan Tiombang Galung dan Kampung melayu.

Pada tahun 1910 didirikan Badan Persiapan Kota Pematangsiantar. Kemudian Pada tanggal 1 Juli 1917 berdasarkan Stad Blad No.285 Pematangsiantar berubah menjadi Geemente yang mempunyai otonomi sendiri. Sejak Januari 1939 berdasarkan Stad Blad No.717 berubah menjadi Geemente yang mempunyai Dewan.
Pada jaman Jepang berubah menjadi Siantar Estate dan Dewan dihapus. Setelah Proklamasi Kemerdekaan Pematangsiantar kembali menjadi daerah Otonomi. Berdasarkan UU No.22/1948 status geemente menjadi kota kabupaten Simalungun dan Walikota di rangkap oleh Bupati Simalungun sampai 1957.
Berdasarkan UU No1/1957 berubah menjadi Kota Praja penuh dan dengan keluarnya UU No.18/1965 berubah menjadi Kotamadya, dan dengan keluarnya UU No.5/1974 Tentang pokok-pokok pemerintah di daerah berubah menjadi daerah tingkat II Pematangsiantar sampai sekarang.